Working with communities to improve their eye health

As an eye health worker you will be aware of various community interventions for improving eye health. These can involve encouraging people to take better care of their eyes (e.g. specific behaviour change programmes such as encouraging hand and face washing and improving infant feeding practices) and projects that increase the number of people who make use of available services (e.g. encouraging older people to come for cataract surgery, conducting outreach programmes, providing services in the community, or mass drug distribution programmes).

The key message of this issue is that improving eye health in the community can only be done in partnership with the community itself. There is no ‘one size fits all’! A service or intervention that has been successful in one community may very easily fail in another.

This is because each community is different, and there may be specific beliefs and traditions which will affect community members’ willingness to change their habits or behaviour on health, and each community have different priorities, the occidental communities focus on well being while others focus on reproduction and being fertile. There may also be particular barriers, unique to a particular community, that may limit the uptake of different services. It is therefore essential to first understand the community and then to involve them in the planning of interventions and services that suit their needs.

In some communities, a lack of knowledge, or risky behaviour that is considered socially acceptable, may increase people’s risk of vision loss and blindness. This includes the behaviour of individuals (e.g. working in hazardous environments without eye protection) or the community as a whole (e.g. socially acceptable feeding practices that may lead to higher risk of vitamin A deficiency). It is important to fully understand these underlying issues before trying to make any changes and to work together with the community to challenge risky behaviour and promote good eye health behaviour.

HUT 108 Tahun Cicendo Melayani Indonesia: Kita Bersama untuk Mereka

Pada 3 Januari 2017, Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo berusia tepat 108 tahun. Di usianya yang telah menginjak lebih dari 1 abad, RS Mata Cicendo selalu berupaya untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk pelanggannya.

Di hari istimewanya, Direktur Utama Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo, dr. Irayanti, SpM(K), MARS melakukan Pembukaan Rangkaian Kegiatan dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun ke-108 dan Launching Panduan Interaksi Layanan.

Berbagai acara, baik internal maupun eksternal akan dilaksanakan mulai dari Cicendo Idol, pertandingan futsal, sepeda santai, jalan santai, pertandingan bulutangkis se-Jawa Barat, Lomba Fotografi, Pemilihan Duta Mata Sehat 2017, dan puncaknya adalah Fun Run 5K dan Talkshow serta Bazzar yang direncanakan pada hari Minggu, 5 Februari 2017.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai pertandingan dan rangkaian kegiatan HUT RS Mata Cicendo, dapat dilihat pada tautan www.cicendo108.org.

Siang Klinik dalam rangka Hari AIDS di RS Mata Cicendo

Dalam rangka Hari AIDS yang diperingati setiap tanggal 1 Desember, RS Mata Cicendo Bandung melaksanakan acara Siang Klinik dengan tema Infeksi Mata pada HIV, bertempat di ruang tunggu pasien poliklinik Gedung B lt.2 pada tanggal 7 Desember 2016.

Acara Siang Klinik kali ini menampilkan narasumber dokter spesialis mata dengan sub spesialisasi Infeksi dan Imunologi, dr. Erna Tjahjaningtyas, SpM(K) yang memaparkan mengenai gambaran mengenai virus HIV dan penyakit-penyakit infeksi yang berhubungan dengan virus tersebut.

Puncak HKN ke 52 Provinsi Jawa Barat

Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang diperingati pada tanggal 12 November setiap tahun merupakan momentum bagi bangsa Indonesia untuk berfokus membangun diri, keluarga, masyarakat dan negara, khususnya di bidang pembangunan kesehatan sesuai dengan tema Pada peringatan HKN ke-52 tahun ini Indonesia Cinta Sehat dengan sub tema Masyarakat Hidup Sehat, Indonesia Kuat.

Puncak acara Gebyar Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-52 tingkat Provinsi JawaBarat Tahun 2016 berlangsung di Parkir Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro Bandung, Minggu 27 November 2016, Pusat Mata Nasional RS Mata Cicendo ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dengan memberikan pelayanan konsultasi dan pemeriksaan mata gratis kepada masyarakat dan pengunjung.

Diharapkan dengan kegiatan ini, masyarakat bisa mengetahui kondisi kesehatan matanya sehingga jika mempunyai keluhan dapat ditangani dengan cepat.

Kacamata tak perlu lagi , manfaatkan Lasik

MESKI kelihatannya keren, menggunakan kacamata juga lensa kontak kerapkali membuat kita tidak nyaman dan bebas. Kacamata bahkan bisa jadi memperburuk penampilan kita.Sekarang, Anda tak perlu khawatir dengan persoalan ini.

LASIK atau laser in-situ keratomileusis, merupakan jenis prosedur bedah yang menjadi sebuah fenomena jaman ini, karena dapat memperbaiki mata bermasalah seperti rabuh jauh, rabun dekat serta kelainan mata lainnya dalam waktu singkat. Tak heran bila prosedur ini makin diminati karena aman, efektif, cepat sembuh dan rendahnya tingkat kerisihan.

Artikel ini akan memberikan penjelasan mengenai LASIK dan apa saja prinsip dasarnya. Tentunya agar masyarakat tidak lagi ragu dan mengetahui dengan benar apa itu LASIK dan seperti apa prosedurnya.

Apakah LASIK itu?
LASIK muncul dari pengembangan berbagai teknik bedah refraktif. Intinya, ada 2 tahap proses LASIK. Pertama, membuat bukaan kecil tipis pada kornea dan yang kedua adalah tahap merancang ulang kornea dengan membuang sebuah jaringan di kornea menggunakan laser. Bukaan kornea kemudian ditutup kembali dan direkatkan hingga proses penyembuhan selesai.

Pengerjaan dasar dari menciptakan bukaan LASIK pada kornea diawali pada tahun 1950-an, ketika ditemukannya microkeratome, sebuah pisau metal mekanikal yang digunakan untuk membuka kornea. Selama bertahun-tahun, microkeratome terus disempurnakan hingga kini, proses pembukaan kornea menjadi aman dan nyaman.

Penemuan teknologi kedua untuk LASIK muncul pada tahun 1980 dimana ditemukan laser ultraviolet yang dapat menggores suatu jaringan secara tepat tanpa merusak jaringan lain di sekitarnya. Dua tahun kemudian, potensi dan fungsi dari laser ini dalam bidang bedah diumumkan.

Bagaimana Cara Kerja LASIK?
Kornea memegang peranan penting dalam LASIK karena kornea memegang hampir seluruhnya kekuatan pembiasan pada mata, dimana sumber kekuatan mata yang lain datang dari lensa kristal jernih mata yang alami. Oleh karena itu, memodifikasi bentuk kornea juga berarti merubah status pembiasan pada mata. Inilah prinsip dasar dibalik operasi LASIK serta pembedahan refratif lain pada kornea.

Untuk mengobati rabun jauh (myopia), bagian tengah kornea digepengkan untuk mengurangi kemampuan pembiasan kornea. Untuk mengobati rabun dekat (hyperopia), bagian kornea dipertajam untuk meningkatkan kemampuan pembiasannya. Untuk mengobati kelainan mata seperti pandangan yang tidak jelas (astigmatism), lekukan kornea yang berjarak 90 derajat dari porosnya dibuat sama dan seimbang.

Siang Klinik dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-52

Hari Rabu, 16 November 2016, dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-52, Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung menyelenggarakan acara Siang Klinik bertempat di ruang tunggu pasien lantai 2 Gedung B.

Acara Siang Klinik kali ini menampilkan narasumber dokter spesialis mata dengan sub spesialisasi Rekonstruksi, Onkologi, dan Okuloplasti, yaitu dr. M. Kautsar Boesoirie, SpM(K), MM. Materi yang disampaikan sangat berhubungan dengan kondisi sehari-hari, yaitu mengenai mata berair yang dapat terjadi pada anak-anak hingga dewasa. Kondisi mata berair dapat terjadi karena menangis, iritasi mata, infeksi pada mata, alergi, trauma pada mata, dan bulu mata yang masuk ke bola mata.

Pada akhir Siang Klinik, dr. Kautsar mengajak pasien dan keluarga pasien untuk selalu menjaga kebersihan dan kesehatan mata agar terhindar dari hal-hal yang dapat menyebabkan mata berair.

Materi lengkap acara Siang Klinik Kemerdekaan Penglihatan dapat diunduh.

(Ria Darmasari – Kepala Instalasi Pemasaran, Promosi Kesehatan, dan Humas RS Mata Cicendo Bandung)